60 Menit Pendalaman Terapi Shalat Bahagia


                   PENDALAMAN 60 MENIT TERAPI SHALAT BAHAGIA
                   BERSAMA Prof. Dr. Moh Ali Aziz, M.Ag (Founder PTSB)

Image result for gambar buku 60 menit terapi shalat bahagia


          Assalamualaikum saudara yang saya sayangi, semoga kita semua semua selalu dalam limpahan kasih sayangnya Allah SWT. Sebelumnya saya sangat berterima kasih kepada Allah atas nikmat kesempatan sehingga dapat membuat blog yang masih membutuhkan bimbingan ini. Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada saudara yang menyempatkan waktu untuk membaca blog saya ini sehingga dapat memahami Pendalaman 60 Menit Terapi Shalat Bahagia ini.
          Saudaraku, ketahuilah bahwa tidak agama yang menyeru kesuksesan tiap harinya kecuali islam. Di dalam lafadz azan yang berbunyi “Hayya ‘ala ssolah, Hayya ala lfalah yang berarti mengajak ummat islam untuk menggapai kemenangan dengan sebuah kesuksesan. Shalat adalah sebuah jalan untuk menggapai kebahagiaan, dengan melaksnakan shalat secara istiqomah dan khusyuk ka. Tentunya khusyuk membutuhkan pemahaman apa yang ada di dalam shalat itu.
          Dengan PTSB( Pendalaman Terapi Shalat Bahagia) kita dilatih untuk melaksanakan shalat secara detail. Kegiatan ini di buat oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz. M.Ag,  seorang Guru Besar/Dosen Pascasarjana  UIN Sunan Ampel Surabaya (sejak 2004), Dosen Teladan Nasional (2004 dan 2007), Dekan Fakultas Dakwah dan Kounikasi (2000-2004), Imam shalat tarawih/penceramah islam di Hongkong, Macau, Senzhen, Taiwan (2000-sekarang. Buku- buku yang di tulis Beliau: 60 Menit Terapi Shalat Bahagia (UIN Sunan Ampel Surabaya).
          Buku 60 Menit Terapi Shalat Bahagia karya Prof. Moh. Ali Aziz, M. Ag yang berisi manual sederhana menuju kebahagiaan melalui shalat telah beredar dan menjadi bacaan publik. Akan tetapi, untuk pemahaman dan penghayatan yang lebih maksimal dibutuhkan kegiatan Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB) dengan pencerahan dan bimbingan  praktek dari penulis / founder dan atau timnya.
Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB) yang pernah diadakan antara lain:
1.     PTSB di Teheran Iran
2.     PTSB Masjid Wanchai Hong Kong
3.     PTSB Grand Mosque Taipei (28-10-12)
4.     PTSB Masjid Besar Taichung
5.     PTSB Mushalla FKPIT Yilan Taiwan
6.     PTSB Detention Centre (Penjara) Yilan Taiwan (29-10-12)
7.     PTSB Bappeprov Jatim
8.     PTSB Dokter/Karyawan RSI Jemursari (Des 2012)
9.     PTSB Dokter/karyawan/umum RS Haji Surabaya
10. PTSB Lembaga -lembaga Sosial Khadijah
  Testimoni pembaca buku PTSB sebagai berikut:
a.      “ Saya termangu,… buku ini menuntun kita untuk tenang dan pasrah, yakin Allah memberi yang terbaik.” (dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH, Menteri Kesehatan RI)
b.     “ Buku ini menjadikan kita mereguk rasa pahit tanpa merasa pahit…” (Prof. Dr Moh Sholeh, PNI, Penulis Buku Terapi Shalat Tahajud)
c.      “ Enak bahasanya lugas dan kuatkan paradigma baru kedokteran: holistic” (Prof. Dr. Suhartono Taat Putra, ds, MS. Ketua Komisi Teknologi Kesehatan dan Obat Dewan Riset Nasional)
d.     “ Karya yang luar biasa…jadi penuntun bagi para perindu shalat.” (Prof. Dr. Nur Syam, M.Si, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama RI)
e.      “ Mengalir dan lincah, tapi mendalam dan inspiratif…” (KH Abdusshomad Buchori, Ketua Umum MUI Jawa Timur)
f.       “ Seperti diperkenalkan kepada kekasih…Doa rukuk dan sujud…angin syurga, penuh cinta.” (Sang Pendamba Cinta, Opick)
g.     “ Cocok untuk muslim di Eropa.” ( Suze D. Hanapi binti van de Reep, Alliance Analyst – KLM Royal Dutch Airlines, Amsterdam)
h.     “ Pencerah kalbu. TKI di Hong Kong jadi focus kerja dan bahagia walaupun jauh dari keluarga.” (Teguh Wardoyo, Konsul Jenderal RI di Hong Kong, 2013 Dubes Yordania)
i.       “ Siap mati melalui rukuk membuat saya nikmat dan damai.” (Drs H. Kholid Sholeh, M.Pd, Mantan Pengurus Thariqat Nasyabandi Tokyo)
j.       “ Baru tahu, hanya manusia yang bisa sujud, ada aliran darah baru” (Akhudiat, Teaterwan Nasional)
k.     “Saya jadi lebih sabar hadapi macam-macam orang” (Hj St Fatimah D. Angelia, Pondok Fatimah Hong Kong)
        Mereka yang sudah mengikuti PTSB adalah yang paling berhak menjawab pertanyaan, “Pentingkah PTSB?”. Ikuti testimoni mereka yang telah berhasil merubah mindset untuk ikhlas dan ridho atas keputusan Allah, lebih percaya diri, optimis, tenang di tengah keluarga, dan kesembuhan dari penyakit setelah mengikuti PTSB. Bukan Founder dan bukunya yang hebat, tapi semata-mata penghayatan shalatnya yang luar biasa. Tujuan utama kita melaksanakan shalat adalah kokohnya mindset T2Q (tawakal, tumakninah dan qona’ah), sedangkan kesembuhan, rizki dan sebagainya hanya bonus semata, sekalipun semua itu sangat kita butuhkan.
          Sebelum melaksanakan shalat, kita sebaiknya menyiapkan Daftar Anugerah (DA), yaitu apa saja nikmat besar Allah yang telah kita terima, agar pernyataan syukur anda terfokus selama shalat. Kita perlu juga mencatat apa saja masalah hidup dan apa saja harapan kita. Dengan bantuan Dengan Masalah dan Harapan (DMH) yang telah disiapkan itu, kita bisa rukuk dan sujud lebih lama dengan penuh penghayatan. Untuk mengajukan permohonan kepada presiden saja, Kita menyiapkan kalimat yang sebaik dan sesopan mungkin. Mengapa untuk berdoa kepada Allah, Kita tidak menulis doa dengan pilihan kata dan kalimat yang terbaik sebelum shalat.
1.     Daftar Anugerah
Sifat: rahasia dan wajib anda kita tulis pada lembar terpisah 10 nikmat atau anugrah besar Allah yang telah anda terima. Catatan DA (Daftar Anugrah) ini untuk kemudahan praktik pelatihan PTSB. Berikut ini contoh DA:
1.     Ibuku amat saying, penuh pengorbanan, sabar, dan selalu mengajarkan kesopanan.
2.     Bapakku amat saying, sabar, pekerja keras untuk kebahagiaan keluarga.
3.     Istri/suami taat beribadah, sabar, perhatian pada keluarga dan orang tuaku.
4.     Anakku nomor satu amat sopan, sarjana, dan sayang kepada adik-adiknya.
5.     Anakku nomor dua berprestasi, dan selalu membantu pekerjaan orang tua.



2.     Daftar Masalah dan Harapan
Sifat: rahasia dan wajib kita tulis pada lembar terpisah 5 masalah yang sedang kita hadapi. Catatan DMH (Daftar Masalah dan Harapan) ini untuk kemudahan praktik pelatihan PTSB, contoh:
1.     Ibuku belum shalat dan sering bertengkar dengan bapak.
2.     Bapakku tidak adil kepada anaknya, terutama kepadaku.
3.     Suamiku keras kepala, pemarah, dan pencemburu.
4.     Istriku boros dan tidak hemat kepada orang tua dan saudara-saudaraku.
5.     Aku jijik dengan suami/istriku yang pernah berselingkuh dengan pria/wanita lain.
6.     Anakku nomor tiga jadi pembalap liar di jalan raya.



“SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL” inilah kunci dari buku 60 menit terapi shalat bahagia.
SUBHAN
TURUT
HADIR
MASJID
AKSI
SOSIAL
Berdiri
Rukuk
I’tidal
Sujud
Duduk
Tasyahud

       Baiklah, saya akan menjelaskan ilmu mengenai 60 menit terapi shalat  bahagia, yang telah diajarkan oleh trainer hebat serta berpedoman pada buku yang telah kami dapatkan dari beliau untuk setiap mahasiswa.
POSISI
KATA KUNCI
RENUNGAN/ DOA
(Dalam Hati, Tidak Boleh Diucapkan)

Berdiri
SUBHAN    
(Syukur,Bimbingan, Ketahanan Iman)
     1. Syukur:“wahai Allah, aku  bersyukur atas semua nikmat-Mu,”
     2.    Bimbingan: “Bimbinglah aku dan keluarga aagar tetap di jalan yang benar
    
3.  Ketahanan iman: “Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan.”

          usai “ amin” di surah al- fatihah, lakukan renungan di dalam hati
jangan sampai di ucapkan, karena akan sesat.  Perenungan meliputi: nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, kepada kita. Setelah melakukan perenungan, barulah untuk melanjutkan membaca surah pendek.
            saudaraku, jangan lupa untuk pergerakan shalatnya dengan benar. Saat takbir, telapak tangan rapat, dan dihadapkan kedepan karena inilah  energy dengan ka’bah, di angkat sampai telinga. semoga kita bisa sampai ke Baitullah. Amiin.


POSISI
KATA KUNCI
RENUNGAN/ DOA
(Dalam Hati, Tidak Boleh Diucapkan)
Rukuk











TURUT
(Tunduk, Menurut)
    1.Tunduk: “wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada-Mu.”
    2. Menurut: “ Aku menurut kepadasemua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”.

Tambahan (jika ingin lebih detail)
1.wahai Allah, aku mempunyai masalah, yaitu….(sebutkan masalah kalian dengan detail)
2. wahai Allah, aku ikhlas, ridho, tidak mengeluh atas masalah tersebut. Jika pernah mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
3. wahai Allah, aku yakin, yakin, yakin engkau pasti, pasti, pasti maha kuasa menolong aku. Engkau pasti, pasti, pasti menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku sendirian menghadapi masalah dan harapanku itu.
4. wahai Allah, aku pasrah, pasrah, pasrah; aku pasrahkan masalah tersebut kepada-Mu. Terserah engkau, sebab engkau pasti, pasti, pasti memberi yang terbaik untukku. Aku ikhlas apapun keputusan-mu.

         jadi, kondisi rukuk, merupakan kondisi kita untuk tunduk,
POSISI
KATA KUNCI
RENUNGAN
(Dalam Hati, Tidak Boleh Diucapkan)
I’tidal





HADIR
(Hak, Pujian, Takdir)
    1.  Hak Pujian: “Hanya engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia.”
     2.  Takdir Allah: “Semua hal yang terjadi atas takdir-Mu. Aku ridla dan ikhlas menerimanya.”
Tambahan( jika ingin lebih detail) 
1.   Wahai Allah, hapuskanlah di hatiku dari mengharap penghormatanmu, pujian dan terima kasih orang. Sebaliknya, jadikan aku selalu menghormati, menghargai dan berterima kasih. Sebaliknya, jadikan aku selalu menghormati, menghargai dan berterima kasih kepada orang. Kuatkan kesabaranku menghadapi cacian dan kezaliman orang.      
2. Aku ikhlas, ridla, tidak mengeluh atas semua takdir-Mu. Rencana-Mu pasti, pasti, pasti lebih baik dari rencana hidupku. Takdir-Mu pasti, pasti, pasti yang terbaik untukku.
          merendah dihadapan Allah SWT, kondisi rukuk inilah yang menurut saya masih banyak kekeliruan. Saat rukuk, kondisi punggung, pantat, dan kepala lurus, dan seluruh sendi terasa ditarik semua, sehingga lutut terasa sakit. Setelah membaca bacaan rukuk, barulah kalian melakukan perenungan.
          Tuma’ninah minimal 30 detik atau 15 menit. Nabi Muhammad SAW, sendiri saat shalat, tuma’ninah yang dilakukan 240 menit. Kenapa agak lama untuk bertuma’ninah? Agar kita merasakan pengaruh dahsyatnya shalat. Ingat! Di dalam hati. Luapkan segala masalah kalian, dengan menyebutkan masalah yang spesifik. Jangan sekali-kali untuk mengeluh kepada Allah SWT, agar hubungan kalian dengan sang maha kuasa tetap menyatu.
Salah satu pasien beliau (Prof. Ali Aziz), ada yang mengidap sakit ambien yang telah parah, sering pendarahan. Akhirnya pasien tersebut mengikuti 60 menit terapi shalat bahagia. Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag, memberikan saran kepada pasien tersebut untuk menerapkan terapi shalat bahagia ini, terutama pada posisi rukuk. Dan Alhamdulillah, beberapa bulan kemudian pasien tersebut menghubungi Prof. Ali Aziz, bahwasanya ambiennya sudah membaik, jarang kambuh, dan bisa mencangkul di sawah, tidak pernah pendarahan lagi. Masyaallah, sungguh tidak ada satu masalah apapun yang tidak bisa  diselesaikan dengan shalat. Allahuakbar.
       Dan pada beberapa kalimat yang saya Bold(**) di atas merupakan doa yang di ulang-ulang de beberapa posisi dalam shalat. Pada nomor tiga, kata yakin di ulang sebanyak 3x. kenapa? Karena Allah SWT, akan mengabulkan doa hambanya, saat keyakinan hambanya kepada Allah SWT, telah 100%.

        lakukan renungan seperti yang di atas. Dengan hati yang
mantap dan benar-benar merasakan Allah SWT, hadir dihadapan kita semua. Ingat!!! Gerakan dalam shalat mulai dari awal harus benar, dan sesuai dengan syari’at.

POSISI
KATA KUNCI
RENUNGAN
(Dalam Hati, Tidak Boleh Diucapkan)
Sujud
MASJID
(Maaf, Sinar, Jiwa dan raga)
    1. Maaf:” maafkan dosa-dosaku, bapak-ibu dan keluargaku”
    2. Sinar:”sinarilah hati, lidah mata, dan telingaku agar selalu berbuat yang engkau ridlai”
    3. Jiwa dan raga:”jiwa dan ragaku dalam kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu”. (dilanjutkan 4 renungan yang telah saya bold di atas)**
        pada posisi sujud, setelah membaca bacaan sujud, barulah melakukan renungan. Dimana
        renungan ini ditambahkan dengan beberapa renungan yang telah saya bold (**). Jangan lupa untuk menyertakan doa kepada kedua orang tua kalian pada waktu sujud, karena tidak ada hadiah yang berharga meskipun sebanyak emas, perak, ataupun hadiah rumah melainkan doa.

POSISI
KATA KUNCI
RENUNGAN
(Dalam Hati, Tidak Diucapkan)
Duduk Antara Dua Sujud





AKSI
(Ampunan, Kaih, Sejahtera, Iman)
Wahai Allah, berilah aku:”Ampun. Kasih, Sejahtera, dan Iman”.
Tambahan (jika ingin lebih detail)
    1.Wahai Allah, ampunilah dosa-dosaku.
    2. Kasihanilah aku. Cintailah aku. Jadikan hidupku penuh kasih bersama keluarga dan semua manusia. kasihanilah aku yang telah berusaha keras untuk membahagiakan keluargaku. Kepada siapa lagi aku memohon belas kasih jika bukan kepada-Mu.
    3.Berilah aku rizki yang melimpah untuk keluarga, syiar agama, dan menolong fakir miskin. Jadikan aku lebih senang member daripada diberi. Berilah aku kesehatan dan kesembuhan dari semua penyakit.
     4. Kuatkan imanku, agar aku semakin dekat dengan-Mu, sabar dan tegar menghadapi apapun cobaan dari-Mu.
Saudaraku, datanglah kepada Allah, sebelum kalian dipanggil oleh Allah. Agar Allah tahu, kalian siap diberi rizki oleh Allah sebelum kalian meminta kepada-Nya. Jadi, sebelum adzan, segeralah bersiap untuk dipanggil oleh Allah SWT.  Bagaimana Allah bisa menuruti kalian, mengkabulkan setiap hajat kalian, jika saja kalian dipanggil, tapi telat untuk datang. Na’udzubillah, semoga kita semua selalu dalam ingatan Allah SWT.










POSISI
KATA KUNCI
RENUNGAN
(Dalam Hati, Tidak Boleh Diucapkan)
Tasyahud

SOSIAL
(Solawat, Persaksian, Tawakal)
    1.   Sholawat:” sholawat dan salam untuk nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya.
    2.   Persaksian: “Aku bersaksi, tiada tuhan selain engkau, Muhammad adalah utusan-Mu. Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku.”
3.     Tawakal:”Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya- miskin dan semua persoalan kepada-Mu.”


(tambahkan renungan yang di atas ** yang telah saya bold, serta..)
Wahai Allah,sekarang aku lebih bahagia. Aku akan menoleh ke kana dan ke kiri.









Berikan kemudahan hidup, kesuksesan dan kebahagiaan semua orang di sebelah kanan dn kiriku, Assamualaikum warahmatullah.


            
             Jadi saudaraku, pada posisi terakhir ini kita dianjurkan untuk mendoakan orang di samping kanan dan kiri kita. Dan praktik seperti ini tidak di njurkan dalam shalat berjama’ah melainkan shalat sendiri(munfarid).
       

        Alhamdulillah begitu banyak pelajaran dan manfaat yang dapat kita rasakan setelah mempraktikan terapi 60 menit shalat  bahagia ini. Jika kita melaksanakan praktik ini, seolah ibadah shalat kita benar-benar hanya tertuju kepada Allah, hati menjadi damai dan disitulah kita merasakan kebahagiaan di dalam shalat kita.
         Itulah training yang dilaksanakan bersama mahasiswa dan mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya, fakultas dakwah dan komunikasi. Untuk pembelajaran lebih detail mengenai training ini, segera dapatkan bukunya dengan menghubungi 0812117794467 atas nama Baiti Rahmawati dengan harga Rp.80.000/pcs.
        Sekian dari saya, terima kasih banyak atas partisipasi saudara untuk mengunjungi blog saya. Semoga blog ini dapat menjadi media pembelajaran yang bermanfaat untuk kita semua. Wassalamualaikum warahmatullah.

                                                                                           Salam pena,

                                                                                         Nur Umi Kalsum












Komentar

Posting Komentar